Ushuluddin, Adab & Dakwah | IAIN Pekalongan

PENANDATANGANAN MOU JURUSAN ILMU HADIS DAN FUAD IAIN PEKALONGAN DENGAN JURUSAN ILMU HADIS DAN FUAD UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

E-mail Print PDF

PENANDATANGANAN MOU JURUSAN ILMU HADIS DAN FUAD IAIN PEKALONGAN DENGAN JURUSAN ILMU HADIS DAN FUAD UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

WhatsApp-Image-2021-09-21-at-06.12.05


Rabu, 15 September 2021 pukul 12.30 WIB telah berlangsung pelaksanaan MOU antara Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Pekalongan dan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dalam bidang “SARASEHAN PEMANTAPAN SKEMA BARU PENINGKATAN KUALITAS MAHASISWA ILMU HADIS MELALUI PEMBERIAN BEASISWA KHUSUS KADER PONDOK PESANTREN’. Dasar dilaksanakan MOU ini adalah adanya kepentingan dari jurusan Ilmu Hadis FUAD IAIN Pekalongan akan perlunya menciptakan dan mengkader ahli hadis dengan standar keahlian di bidang Ilmu Hadis di Indonesia dengan membuat program Khusus Ilmu Hadis 0 UKT bagi mahasiswa yang merupakan kader pesantren, diantara universitas yang mempunyai program khusus ilmu hadis adalah Prodi Ilmu Hadis FUAD UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Tujuannya dengan program ini akan lahir ulama-ulama hadis dari Indonesia seperti halnya Syeikh Mahfudz al-Tarmasi, Syeikh Hasyim Asy’ari, Syeikh Abdul Hamid Qudus, Syeikh Yasin al-Fadani dan ulama Nusantara lainnya.
Rombongan FUAD IAIN Pekalongan ke FUAD UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung adalah bapak KH. Dr. Sam’ani, M.Ag (Dekan), Dr. Agus Fakhrina, M.Ag (Wadek 2), Dr. Muhandis Azzuhri, Lc, MA, (Wadek 3), KH. Hasan Su’aidi (Kajur Ilmu Hadis), M.S.I dan Ambar Hermawan, M.S.I (Sekjur Ilmu Hadis). Rombongan FUAD IAIN Pekalongan disambut oleh Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Prof. Dr. KH Maftukhin, M.Ag beserta Warek 1, Warek 2 dan Warek 3, Dekan FUAD, Wadek 1, 2,3, Kajur Ilmu Hadis, Sekjur Ilmu Hadis serta dosen-dosen di FUAD UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
“Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah, Prof. Dr. KH Maftukhin, M.Ag baru kali ini menyambut tamu setingkat fakultas dengan kekuatan penuh dari semua unsur pimpinan Rektorat, Warek 1, 2, dan 3 dan itu hanya tamu dari FUAD IAIN Pekalongan”, ujar Warek 3 UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Prof. Dr. Abad Badruzzaman, Lc, MA, sekaligus merupakan Profesor ke-17 UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

“Tujuan kami datang sowan ke Program Ilmu Hadis FUAD UIN UIN Sayyid Ali Rahmatullah adalah ‘ngangsu kawruh’ terkait program khusus ilmu hadis untuk kader pesantren dengan 0 UKT karena prodi ilmu hadis inikan merupakan prodi paling sepi peminat di FUAD IAIN Pekalaongan dengan input mahasiswa tidak lebih dari 25 mahasiswa, sudah begitu mereka adalah mahasiswa yang tidak lulus masuk seleksi dari prodi-prodi kemudian dibuang ke prodi Ilmu hadis. Itupun mereka adalah lulusan SMA/SMK yang tidak kenal sama sekali kajian hadis, jangankan hadis, bahasa Arab saja mereka baru tahu di IAIN Pekalongan, nah dengan komitmen yang kuat, kita akan membuat program yang hampir sama tetapi mungkin dengan pola berbeda khas IAIN Pekalongan dan ini Rektor kami bapak Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag juga sangat mendukung sekali, maka harapan kami juga pak Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah, bapak Prof. Dr. KH Maftukhin, M.Ag bisa memberikan bocoran ‘jurus-jurus rahasianya’ terkait pengelolaan program ini dari sisi pembiayaan dan kebijakan Rektor serta dapat membisiki Rektor kami akan pentingnya program ini sehingga dapat terealisasi pada tahun 2022” Kata KH Dr. Sam’ani, Dekan FUAD IAIN Pekalongan salam sambutannya.

WhatsApp-Image-2021-09-21-at-06.12.19
“Program tahfid Alquran itu sudah biasa, banyak huffad Alquran merata dan menjamur di Indonesia, yang belum banyak itu program Tahfid Hadis dengan sanad dan matannya dari berbagai jalur, banyak sekarang orang mengaku-ngaku ahli hadis dengan hanya bermodalkan satu hadis itupun sudah bisa merasa paling hebat bahkan sudah berani men-dhaif-dhaifkan dan me-maudhu’-kan hadis-hadis tanpa melakukan takhrij hadisnya terlebih dahulu, sudah begitu sekarang sudah banyak para pakar hadis di Indonesia berpulang ke rahmatullah, sebut saja misalnya Prof. Dr. KH Mustafa Ali Ya’kub, Prof. Dr. Suryadilaga, Prof. Dr. H. Suryadi, M.Ag, Dr. Lutfi Fathullah, MA, ini yang menjadi dasar perlunya membuat Program bantuan beasiswa Tahfid Hadis bagi kader pesantren di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dan sudah dimulai sejak tahun 2019”, ujar Prof. Dr. KH Maftukhin, M.Ag Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang asli kelahiran Wonokerto Pekalongan tersebut dalam sambutan tarhibnya.
“Jujur saja membuat program beasiswa tahfid Hadis untuk kader pesantren ini kalau kita berpikir kapitalis sangat rugi dan tidak marketable tetapi kita pakai manajemen Barokah, kita gratiskan UKT mereka, 0 UKT, plus reward bagi yang mampu menghafalkan hadis 50-300 hadis yang tentunya nominalnya berbeda-beda berdasarkan kadar hafalannya dan itu semua pakai DIPA IAIN Tulungagung, kita itu lembaga pendidikan negara jangan sekali-kali berpikir kapitalis dalam pendidikan, membuat program seperti ini kalau hanya selevel kebijakan Dekan tidak akan kuat dan banyak tentangan, harus ada itikad kuat dari rektorat terutama Rektor harus mendukung program ini melalui kebijakan-kebijakan SK Rektor”, tambah Prof. Dr. KH Maftukhin, M.Ag.
Harapannya nanti setelah pelaksanaan MOU ini ada realisasi program khusus ilmu hadis untuk kader pesantren dalam bentuk beasiswa 0 UKT plus reward bagi penghafal hadis 50 – 500 hadis matan plus sanadnya di Prodi ILHA FUAD IAIN Pekalongan dan insya Allah akan direalisasikan pada tahun 2022. Amiin